tlililit...tlililit...tlililit.....
aarrrgghh.....!!bunyi alarm yang sudah sangat aku hafal membuat aku tersentak dari tidur dan tanpa sengaja lututku melaju dengan gagahnya menghantam dinding. "sial!" umpatku tertahan sambil mengusap-ngusap lutut sebelah kananku. aku mencoba memejamkan mata barang lima menit lagi. saking mengantuknya, aku tak sadar bahwa jam telah menunjukkan pukul 09.00. "Ah, masih ada satu jam lagi," pikirku saat melihat jam dinding. hari ini aku ada interview pukul 10 pagi di salah satu stasiun radio swasta yang cukup terkenal dikota ini.
karena merasa ingin datang lebih awal untuk menunjukkan bahwa aku adalah manusia yang paling on time di dunia, akupun bergegas beranjak dari tempat tidur dan mengeluarkan pekik tertahan saat menginjak anak kecoa yang malang. dengan tingkat kesadaran yang masih sangat rendah aku mencoba meraih handuk dan berjalan menuju kamar mandi. dengan kemampuan mandi yang cukup tinggi, aku hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk menyelesaikan segala bentuk ritual mandi. cukuplah, pikirku. toh yang datang interview hari ini hanya lima orang. tidak akan ada yang menanyakan berapa lama aku menghabiskan waktu di kamar mandi.
dengan menunggang vespa kuning butut tiga generasi tanpa spion yang sering membuat jengkel para polisi. salah satunya terjadi pada pagi ini. pagi itu aku memang tidak kelihatan terburu-buru karena jarak dari kontrakan ke radio hanya memerlukan waktu sekitar lima belas menit. saat berhenti di lampu merah terkahir menjelang radio, aku dicegat oleh polisi yang sedang mengawasi lalu lintas. bapak polisi berkumis, yang kalau dilihat sekilas mirip dengan seorang pemain film era 80-an mulai meminta untuk diperlihatkan surat-surat kelengkapan. dengan santai dan tanpa rasa bersalah aku memberikan SIM dan STNK kepada polisi itu. lalu dengan gaya agen-agen CIA di dalam film Hollywood, polisi itu sedikit mempermasalahkan vespaku yang tidak memakai kaca spion.
(to be continued)
aarrrgghh.....!!bunyi alarm yang sudah sangat aku hafal membuat aku tersentak dari tidur dan tanpa sengaja lututku melaju dengan gagahnya menghantam dinding. "sial!" umpatku tertahan sambil mengusap-ngusap lutut sebelah kananku. aku mencoba memejamkan mata barang lima menit lagi. saking mengantuknya, aku tak sadar bahwa jam telah menunjukkan pukul 09.00. "Ah, masih ada satu jam lagi," pikirku saat melihat jam dinding. hari ini aku ada interview pukul 10 pagi di salah satu stasiun radio swasta yang cukup terkenal dikota ini.
karena merasa ingin datang lebih awal untuk menunjukkan bahwa aku adalah manusia yang paling on time di dunia, akupun bergegas beranjak dari tempat tidur dan mengeluarkan pekik tertahan saat menginjak anak kecoa yang malang. dengan tingkat kesadaran yang masih sangat rendah aku mencoba meraih handuk dan berjalan menuju kamar mandi. dengan kemampuan mandi yang cukup tinggi, aku hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk menyelesaikan segala bentuk ritual mandi. cukuplah, pikirku. toh yang datang interview hari ini hanya lima orang. tidak akan ada yang menanyakan berapa lama aku menghabiskan waktu di kamar mandi.
dengan menunggang vespa kuning butut tiga generasi tanpa spion yang sering membuat jengkel para polisi. salah satunya terjadi pada pagi ini. pagi itu aku memang tidak kelihatan terburu-buru karena jarak dari kontrakan ke radio hanya memerlukan waktu sekitar lima belas menit. saat berhenti di lampu merah terkahir menjelang radio, aku dicegat oleh polisi yang sedang mengawasi lalu lintas. bapak polisi berkumis, yang kalau dilihat sekilas mirip dengan seorang pemain film era 80-an mulai meminta untuk diperlihatkan surat-surat kelengkapan. dengan santai dan tanpa rasa bersalah aku memberikan SIM dan STNK kepada polisi itu. lalu dengan gaya agen-agen CIA di dalam film Hollywood, polisi itu sedikit mempermasalahkan vespaku yang tidak memakai kaca spion.
(to be continued)
0 komentar:
Posting Komentar